Kamis, 17 Juli 2014

Hebatnya System MMM


HEBATNYA SISTEM MMM


Fraction Reserve Banking VS Algoritma MMM

Bank-bank yang kita kenal selama ini menggunakan sistem Fraction Reserve Banking dengan rumusan perbandingan 1:9, maksudnya uang masyarakat yang disimpan di bank di bagi menjadi dua bagian.......yang 10% disebut uang Cadangan Wajib ( 5% ditaruh di ATM2, dan 5% disimpan di brankas klau sewaktu-waktu nasabah menarik dananya) dan ....yang 90% disebut uang Kelebihan Cadangan (yang 90% ini oleh bank digunakan semaunya dia, bisa utk beli aset, bayar karyawan, beli saham, dll. 
Bahkan bisa juga dibawa lari pemilik para bankir keluar negeri). jadi ternyata uang bebas yang beredar dimasyarakat ternyata masyarakat hanya membutuhkan 10% saja yang 90% uang masyarakat dipinjamkan kepada para bankir (pikir masyarakat mereka menabung, menyimpan dengan aman), dan mereka menggunakan uang masyarakat itu memperkaya diri mereka sendiri.

Maka itu tidak heran, para kongklomerat kebanyakkan mereka mendirikan bank ( Markus Salim dg bank Maspion, Muhtar Riadi dg bank Lippo jd Cimb Niaga, pemilik Sampurna group, Jarum group, ARB, dan masih banyak lagi).

Dan sekalipun uang yang beredar hanya 10% hal itu akan tetap berjalan terus menerus bertahun-tahun selama masyarakat ada yang menyimpan dan menggambil uang mereka di bank, dan terus berputar.
Jadi selama ini bank telah memonopoli uang bebas masyarakat tanpa memberitahu masyarakat sama sekali.....benar-benar bodoh masyarakat selama ini. Pikir masyarakat menabung, padahal masyarakat meminjamkan uang mereka di bank, bahkan bisa lebih ekstrem "Memberikan dengan sukarela", dan masyarakat hanya mendapat tulisan di buku rekening aja. Coba aja, tiba2 semua masyarakat menggambil uang mereka semua dengan serentak....pasti bank tsb koleb...uangnya ga ada, uangnya sdh jadi gedung, sdh dinikmati para bankir utk jalan2 keluar negeri dan membeli kapal pesiar, pulau dll.

Anehnya...apabila masyakarat kekurangan uang, mereka pinjam di bank (uangnya masyarakat itu sendiri) bunganya cukup tinggi...

Contoh:
Berita media JawaPos, 29 April 2014 halaman depan :
"UNTUNG BANK KIAN MENJULANG"
isinya : Keuntungan bank hanya menyusahkan debitor perusahaan dan masyarakat...bank BCA meraup keuntungan yg paling signifikan, 3,7 triliun hanya dalam waktu kwartal pertama.

Karena melihat ketidak adilan per'bank'an, maka tergeraklah hati seorang yang sangat jenius dalam ilmu perbankan dari Rusia, yaitu Sergey Mavrodi. Dibuatlah sistem Algoritma melalui website MMM.

Rumusan algoritma menggunakan stock uang bebas yang ada dalam peredaran dapat digunakan oleh masyarakat secara bergantian. Tidak disimpan oleh siapapun. Wibsite MMM hanyalah media untuk mendistribusikan uang bebas dalam bentuk bantuan tanpa perantara, melalui jaringan sosial masyarakat untuk mempertemukan pemberi dan penerima bantuan. Jadi, tidak ada transaksi keuangan yang memindahkan dari rekening partisipan ke rekening penggelola MMM ( jadi kalau ada orang yang berasumsi negatif, seolah-olah uang dibawa lari penggelola MMM sangat BODOH!, karena apanya yang dibawa lari???, klau uang di bank bisa terjadi uang dibawa lari pak Samadikun hehehee).Uang partisipan tetap berada di rekening bank masing-masing partisipan. Seluruh transaksi keuangan terjadi langsung antar rekening partisipan melalui rekening pribadi mereka, bukan melalui website MMM. Jadi MMM tidak punya rekening. Dan dalam sistem MMM, tidak ada posisi pertama yang menguntungkan atau posisi akhir yang merugikan.....dalam MMM semua partisipan akan saling membantu satu sama lain secara bergiliran, sesuaindengan petunjuk yang ada....dalam MMM semua partisipan mendapatkan profit 30% dari nilai bantuan mereka.

Dari mana uang yang 30% itu???

Uang profit 30% perbulan itu ya dari uang partisipan itu sendiri....yang " Memberi bantuan (PH) dan yang Meminta bantuan (GH)" tiap bulan terus berputar....tiada henti, Yang partisipan baru masuk, partisipan lama selesai mendapat bantuan masuk lagi...terus tiada henti....

Pertayaannya pasti berkata, kok bisa??....ya bisa aja, karena selama partisipan saling percaya, maka sistem algoritma akan seperti roda yang terus berputar....
Begitu pula dengan sistem FRB 1:9 yang bank buat, selama ada yang menabung dan menggambil terus berputar ya bank itu akan terus eksis jalan. Padahal disitu ada uang 90% yang 'ngendon' di simpan bank. Hanya 10% saja uang yang diputar. Jadi sebenarnya, seandainya bank memberi bunga nasabah 100% pun, perbandingan jadi 2:8.... ya bank masih bisa menggunakan 80% dengan bebas...mau dipakai gulung2 ya bisa aja hehehee..

Jadi kalau MMM hanya memberi frofit 30% tujuannya supaya MMM bisa terus jalan 'langgeng'....sehingga tidak ada lagi masyarakat yang miskin, yang tidak punya uang, semua masyarakat sejahtera......
 Selama ini tidak semua masyarakat menikmati uang bebas, bahkan justru dililit hutang karena uangnya terhenti di tangan para bankir 90%.

Luar biasa Mavrodi.....terimakasih, doa kami Tuhan menjagamu, memberi kesehatan dan umur panjang.....sampai engkau melihat kesejahteraan terjadi di seluruh dunia.